Return to site

Update: Wajib Deklarasi Kesehatan Untuk Naik Cathay Pacific

by Richard | Visakita | Agen Pembuatan Visa

· Cathay Pacific,Info

Maskapai asal Hongkong, Cathay Pacific, memberlakukan aturan kesehatan baru bagi semua penumpangnya.

Berdasarkan travel notice terakhir, Cathay akan menolak check-in bagi penumpang yang memiliki demam, batuk, sakit tenggorokan atau nyeri otot.

Hal ini akan subjektif berdasarkan deklarasi kesehatan pribadi (kecuali demam), dimana kemampuan maskapai untuk mendeteksi hal ini sangat terbatas.

Pemberitahuan lebih detail dapat dilihat di website resmi maskapai Cathay Pacific di sini.

1. Apabila kamu merasa tidak sehat
Kami tidak menerima penumpang dengan sindrom covid-19 untuk travel dan meminta anda menunda perjalanan, apabila anda:

- merasa tidak sehat dengan sindrom di pernapasan, seperti demam, batuk, sakit tenggorokan atau nyeri otot;
- kontak dekat dengan pasien covid-19 dalam 14 hari terakhir; atau
- positif terdiagnosa covid-19.

 

2. Deklarasi Kesehatan Sebelum Penerbangan
Mulai tanggal 29 Mei 2020, para penumpang diminta mengisi deklarasi kesehatan sebelum check-in di airport.

 

3. Penutup Wajah

Mulai tanggal 15 Mei 2020, para penumpang diminta untuk menggunakan penutup wajah dalam situasi di mana pembatasan fisik sejauh 2 meter dari penumpang lain tidak dapat dilakukan atau seperti yang diarahkan oleh petugas maskapai kami. Hal ini termasuk :

- Pada saat cek in
- Di ruang tunggu kami
- Pada saat masuk pesawat
- Di dalam kabin pesawat; dan
- Pada saat keluar dari pesawat

Kami juga menganjurkan agar penutup wajah digunakan di area ramai seperti jalur keamanan dan area pengambilan bagasi. Para penumpang yang tidak dapat menggunakan penutup wajah termasuk anak-anak di bawah 6 tahun dikecualikan dalam peraturan ini.

Saya langsung mengernyitkan dahi ketika membaca hal ini. Deklarasi kesehatan yang sangat subjektif ini hampir mustahil untuk dipastikan kebenarannya. Lebih lanjut, tidak ada tingkat indikator keparahan bagaimana batuk/sakit tenggorokan yang dikategorikan sebagai sindrom covid-19.

Untuk pembatasan fisik 2 meter di dalam kabin pesawat, apabila benar-benar diterapkan maka kapasitas pesawat hanya bisa terisi maksimal 33% saja, dimana setiap 3 kursi hanya diisi 1 orang saja. Hal ini akan membuat biaya operasional sangat tinggi karena jumlah penumpang yang terisi sangat sedikit.

Satu-satunya yang saya rasa cukup masuk akal adalah penggunaan masker meskipun cukup berat untuk terus memakai masker khususnya dalam penerbangan jarak jauh.

Penutup

Menarik untuk disimak, apa yang akan dilakukan maskapai lain dan/atau negara lain terhadap kebijakan penumpang/wisatawan yang akan berkunjung. Tidak hanya maskapai, tapi ada kemungkinan kebijakan visa akan ditinjau ulang dengan mempertimbangkan hal ini. Konsultasikan dengan agen pembuatan visa mu untuk selalu update berita terbaru. 

 

Akankah Maskapai Indonesia Memberlakukan Hal Yang Sama? 

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OK