Return to site

Informasi: Pelonggaran Pembatasan Masuk Ke Jerman per 25 Juni 2021

By Richard | Visakita | Jasa Pengurusan Visa Jerman

· Jerman,Schengen

Berita positif datang dari Jerman dimana per tanggal 25 Juni 2021, pemilik visa yang sudah divaksin diijinkan untuk masuk ke Jerman. Hal ini merupakan angin segar bagi applicant yang ingin berkunjung ke Jerman karena sebelumnya kategori visa yang dapat diajukan sangatlah terbatas. 

Dalam artikel ini, Visakita sebagai agen jasa pengurusan visa Jerman merincikan berbagai persyaratan khusus yang dibutuhkan untuk berkunjung ke Jerman selama pandemi.

Jenis Visa Jerman Yang Dibuka Kembali

Jasa Pengurusan Visa Jerman kembali menerima permohonan visa Schengen dengan masa tinggal maksimum 90 hari dibuka kembali untuk berbagai kategori seperti: Turis/Perawatan Medis, Kunjungan Keluarga/Teman, Pameran Bisnis/Perdagangan dan Transit Pelaut.

Adapun ada tambahan persyaratan yang wajib dipenuhi, seperti di bawah ini:

  1. Vaksinasi lengkap dan selesai dalam 14 hari terakhir. Jenis vaksin sesuai yang tercantum di situs web Paul-Ehrlich-Instituts (PEI). Saat ini vaksin yang diijinkan BioNTech, Moderna, AstraZeneca, Johnson & Johnson
  2. Sertifikat Covid-19 dari Uni Eropa atau bukti digital dalam bahasa (salah satu) Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Spanyol). Sertifikat vaksin dalam bahasa Indonesia wajib diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
  3. Form deklarasi vaksinasi Covid-19
  4. Bagi yang sudah pulih dari Covid-19, wajib mendapatkan setidaknya 1 suntikan vaksin. Hasil tes PCR positif wajib dilampirkan dengan durasi 28 hari sampai dengan 6 bulan. Hasil tes PCR ini dalam bahasa (salah satu) Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Spanyol - baik secara digital ataupun di kertas.
  5. Anak usia di bawah 12 tahun wajib didampingi oleh orang tua yang telah melengkapi vaksin Covid-19. Anak usia 6-12 tahun wajib melampirkan hasil tes negatif Covid-19 (PCR/Antigen), sedangkan anak usia di bawah 6 tahun tidak perlu melampirkan hasil tes Covid-19.

Detail Vaksinasi Yang Dibutuhkan

Sesuai terlansir di web Paul-Ehrlich-Instituts (PEI), berikut adalah jenis-jenis vaksin yang diijinkan untuk dapat memasuki Jerman mulai tanggal 25 Juni 2021.

Tipe Vaksin Yang Diijinkan Untuk Masuk Jerman  (Sumber: Paul-Ehrlich-Instituts)

Adapun sertifikat vaksinasi wajib mengandung data-data di bawah ini:

  • Data pribadi individu yang telah divaksinasi (nama depan, nama belakang dan tanggal lahir)
  • Tanggal vaksinasi, jumlah dosis vaksin
  • Nama bahan/tipe vaksin
  • Nama penyakit yang dilawan oleh vaksin (Covid-19)
  • Nama dan alamat individu/lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan vaksinasi
  • Sertifikat tertulis atau digital dengan tanda tangan atau stempel digital; Apabila ini tidak dapat diberikan karena alasan tertentu, maka surat wajib dikeluarkan oleh lembaga yang bersangkutan dan memiliki cap atau lambang kota dengan jelas.

Penutup

Setelah menunggu berbulan-bulan, akhirnya Jerman kembali menerima wisatawan sepenuhnya meskipun dengan vaksinasi lengkap. Untuk vaksin yang beredar di Indonesia sendiri, hanya AstraZeneca yang memenuhi syarat karena 3 vaksin lainnya (BioNTech, Moderna, Johnson&Johnson) tidak masuk ke Indonesia.

Satu hal yang menjadi catatan adalah sertifikat digital vaksin di Indonesia tidak mencantumkan tipe vaksin yang digunakan dimana tidak semua tipe vaksin diterima oleh Jerman sebagai persyaratan masuk. Maka kartu vaksin manual wajib dibawa dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris karena tipe vaksin disebutkan di kartu vaksin manual tersebut.

Contoh Sertifikat Digital Vaksin Covid-19 di Indonesia

Informasi lebih lanjut seputar Jerman dan Covid-19 dapat diakses di sini.

Apakah kamu tetap akan berkunjung ke Jerman selama pandemi ini? ^^

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OK