Return to site

Informasi: Uni Eropa Membuka Kembali Pembatasan Bagi 15 Warga Negara

By Richard | Visakita | Agen Pembuatan Visa

· Visa Schengen,covid-19,Eropa

Per 1 Juli 2020, Uni Eropa memberikan ijin bagi warga negara tertentu di luar anggotanya untuk memasuki kembali wilayah uni Eropa dan area Schengen (Norwegia, Swiss, Islandia, Liechtenstein).

Yang perlu diperhatikan bahwa tidak semua negara Uni Eropa ada di wilayah Schengen, dan sebaliknya.

Siprus merupakan negara Uni Eropa yang tidak termasuk wilayah Schengen, sedangkan Norwegia, Swiss, Islandia, Liechtenstein termasuk dalam wilayah Schengen tetapi bukan anggota Uni Eropa.

Pengumuman dari Uni Eropa

Dewan Uni Eropa hari ini mengambil keputusan untuk pembukaan bertahap terhadap travel yang sifatnya sekunder di area Uni Eropa. Pembatasan perjalanan akan dihilangkan bagi daftar negara berikut , yang akan direview dan diupdate setiap 2 minggu.

 

Berdasarkan kriteria dan kondisi yang ditentukan, per tanggal 1 Juli 2020 anggota Uni Eropa akan menghilangkan pembatasan perjalanan bagi negara berikut ini:

 

Algeria, Australia, Kanada, Georgia, Jepang, Korea Selatan, Montenegro, Moroko, Rwanda, Selandia Baru, Serbia, Thailand, Tunisia, Uruguay

Kriteria Seleksi Pembatasan Negara

Uni Eropa membuat daftar negara "whitelist" di atas berdasarkan beberapa kriteria dan kondisi.

Tiga parameter utama yang dianggap sangat penting bagi Uni Eropa adalah:

  • Jumlah kasus baru covid19 selama 14 hari terakhir dan per 100.000 orang sama atau di bawah dengan rata-rata kasus covid19 di Uni Eropa
  • Trend stabil atau negatif terhadap penambahan kasus baru covid19 selama 14 hari terakhir
  • Repons negara terhadap pandemi covid19 seperti metode tes, pemantauan, isolasi, pelaporan termasuk akurasi informasi, dan apabila diperlukan nilai rata-rata negara dari International Health Regulations.

Per hari ini, Indonesia masih memiliki trend kasus baru covid19 yang menanjak dalam 14 hari terakhir seperti dilansir oleh worldmeters, Dari grafik di bawah ini, tentunya Indonesia masih belum memenuhi kriteria untuk mendapatkan ijin masuk dari Uni Eropa.  

Data Pertambahan Kasus Baru di Indonesia per 1 Juli 2020

Data nilai Indonesia di mata WHO International Health Regulations saya pandang cukup baik, dimana yang dapat dilihat sini. Indonesia memiliki nilai rata-rata sebesar 73% dimana di di atas nilai rata-rata 61% untuk Asia Tenggara, dan 64% untuk global seluruh dunia. Dari grafik di bawah ini, terlihat Indonesia mempunyai nilai yang cukup tinggi hampir di semua bidang (kecuali dua) dibandingkan dengan nilai rata-rata global oleh 170 negara. 

Visa Schengen

Bagi yang sudah memiliki visa Schengen yang masih berlaku harap memperhatikan status traveling masing-masing negara. Semua negara Uni Eropa dan Schengen masih tidak memberikan ijin terutama untuk keperluan wisata bagi warga negara Indonesia (dan negara lain dengan kasus covid19 yang tinggi).

Bagi yang ingin mengajukan pembuatan visa wisata, baik pribadi ataupun melalui biro jasa visa schengen, untuk saat ini pembuatan visa baru masih ditangguhkan oleh kedutaan. Selama kondisi pandemi ini, saya meyarakankan untuk memantau baik status ijin traveling negara dan status perijinan visa masing-masing. Akan sangat disayangkan apabila pengurusan visa sudah diperbolehkan tetapi Indonesia masih belum masuk daftar negara yang diijinkan masuk ^^

Penutup

Saya menyambut hal ini sebagai angin positif dimana Uni Eropa mulai melonggarkan kebijakannya. Amat disayangkan bahwa Indonesia belum termasuk sebagai salah satu negara "whitelist" tapi hal ini bisa dipahami mengingat kasus covid19 yang masih tinggi di negara kita. Saya pribadi berharap pandemi covid19 ini cepat mereda sehingga kita bisa traveling lagi ^^

Jangan lupa untuk cek dengan agen pembuatan visa mu, untuk update terbaru pembuatan visa schengen dan status traveling negara.

Menurutmu kapan Indonesia akan masuk daftar "whitelist" area Uni Eropa?

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OK