Return to site

Prediksi: Australia Tidak Menerima Internasional Travel Sampai 2022

by Richard | Visakita | Biro Jasa Pengurusan Visa Australia

· Australia,covid-19

Australia memperkenalkan pemblokiran travel internasional pada bulan Februari 2020, dimana puluhan ribu warga negara nya tidak bisa kembali dari luar negri karena terbatasnya kuota jumlah penumpang yang diperbolehkan setiap minggu nya terkait keterbatasan hotel karantina dan jumlah penerbangan yang berkurang drastis.

Prediksi yang beredar saat ini adalah pemblokiran travel internasional (masuk dan keluar Australia) akan dilanjutkan sampai tahun 2022 meskipun maskapai Qantas mulai menjual penerbangan internasional per Juli 2021.

Berikut kutipan dari News.com.au

Pemimpin kesehatan Australia memberikan prediksi bahwa perbatasan Australia akan tetap ditutup sampai tahun 2022. Prediksi ini mengandaskan harapan bahwa pendistribusian vaksin yang baru saja dimulai akan membuat perjalanan kembali dibuka pada tahun 2021 ini.

"Saya rasa kita akan melalui mayoritas tahun ini dengan pembatasan wilayah yang signifikan - meskipun kita mempunyai banyak populasi yang sudah divaksin, kita tidak tahu bawah hal ini akan mencegah penyebaran dari virus (Covid-19)," kata Professor Murphy.

Jumlah kasus harian Covid-19 di Australia

Langkah pemerintah Australia untuk membuat landai kurva kasus harian di Australia patut diacungi jempol, terbukti dari minimnya jumlah kasus harian. Langkah pencegahan seperti terbatasnya jumlah penerbangan, karantina wajib, dan kontak tracing agresif membuahkan hasil positif. Banyak relatif saya mengatakan sangat aman untuk tinggal di Australia saat ini dimana mereka tidak perlu memakai masker untuk beraktifitas sehari-hari.

Status Jasa Pembuatan Visa Australia

Kedutaan Australia sangat membatasi jasa pembuatan visa Australia selama pandemi Covid-19 berlangsung. Hampir semua tipe visa tidak mendapatkan ijin pembuatan nya selama tahun 2020 dan berlanjut sampai dengan tahun 2021. Bahkan banyak dari warga negaranya sendiri "tidak bisa pulang" ke Australia karena keterbatasan jumlah penerbangan dan jumlah hotel karantina yang disediakan. Besar kemungkinan bahwa biro jasa pembuatan visa akan membuka layanan visa Australia di tahun 2022.

Penutup

Prediksi ini saya rasa cukup akurat sesuai dengan pengamatan hal yang sudah dilakukan oleh Australia selama pandemi ini berlangsung. Banyak diskusi mengenai trans-Tasmania dan Kepulauan Pasifik travel bubbles, dimana perjalanan dapat dilakukan dalam negara yang termasuk koridor travel bubble ini, tapi belum ada wujud nyata sampai saat ini.

Strategi Australia terbukti sangat efektif untuk melindungi warga negaranya terbukti dari tingkat penyebaran yang sangat rendah. Akan tetapi hal ini memiliki kompensasi ekonomi yang sangat tinggi karena akses masuk ke Australia menjadi sulit untuk diperoleh. Jasa pengurusan visa Australia pun sangat terbatas dan harus memenuhi beberapa kriteria penting, dan tanpa diragukan lagi jasa pembuatan visa Australia tujuan wisata 100% tidak diijinkan.

Menarik untuk disimak apakah Australia benar-benar akan menutup perbatasannya sampai tahun 2022. Saya sendiri tidak ada rencana travel ke Australia karena selain ditutupnya akses jasa pembuatan visa Australia, ada biaya karantina 3000 dolar dan masa karantina yang membuat banyak waktu terbuang sia-sia. Ke depannya, selalu konsultasikan dengan biro jasa pembuatan visa mu mengenai persyaratan masuk negara yang ingin dikunjungi dan status pembuatan visa nya.

Apakah kamu berencana bepergian ke Australia seusai pandemi Covid-19 berakhir? ^^

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OK